Cari di Sini

Rabu, 13 Maret 2013

Cara Pembagian Hadiah Latber


Hadiah, bagaimana pun, menjadi salah satu daya tarik seorang kicaumaniauntuk mengikuti lomba / latber. Namun berbeda dari lomba, jumlah hadiah yang disediakan dalam setiap latber cenderung lebih kecil. Hal ini bisa dimaklumi, karena even latber digelar secara rutin seminggu sekali. Bahkan ada juga yang menggelarnya dua kali dalam seminggu. New Pos Jakal (Jogja), misalnya, menggelar latber tiap Rabu dan Minggu.
Asal tahu saja, even latber bagi sebagian kicaumania bisa dijadikan sumber penghasilan utama maupun tambahan. Mereka biasanya mencari latber dengan hadiah lumayan, dengan persaingan lebih longgar, tetapi sistem penyelenggaraannya memuaskan.
Sebagian besar EO membuat skema pembagian hadiah untuk 10 pemenang di setiap sesi (juara 1 s/d 10). Besarnya hadiah untuk juara 1 bervariasi, tetapi biasanya menggunakan standar Rp 200.000 (Kelas 20K) dan Rp 300.000 (Kelas 30K). Jumlah hadiah untuk juara 2 dan seterusnya sampai juara 5 mengecil secara bertahap. Adapun juara 6 s/d 10 biasanya selalu sama, misalnya Rp 20.000 untuk Kelas 20K dan Rp 30.000 untuk Kelas 30K.
Anda bisa menggunakan patokan ini, sebagaimana tertera pada tabel, bisa juga memodifikasinya sendiri. Jika ada donatur dan/atau sponsorship tetap, setidaknya ada MoU selama 6-12 bulan, mungkin jumlah hadiah bisa ditingkatkan sehingga bisa lebih memikat calon peserta.
sistem-pembagian hadiah
Pada tabel di atas, Anda melihat skema pembagian hadiah menjadi tidak utuh (10 pemenang) ketika jumlah peserta sama dengan atau kurang dari 45 gantangan. Peserta 41-45 gantangan, misalnya, hadiah disediakan untuk 9 pemenang (juara 10 ditiadakan). Mengapa? Ini untuk mengurangi potensi kerugian yang dialami EO. Ketika saldo (pemasukan tiket – anggaran hadiah) di bawah biaya operasional per sesi, maka Anda sebagai EO pasti akan merugi.
Sebagian peserta latber biasanya memahami aturan ini. Tetapi menjadi lebih baik jika Anda secara jujur, sejak awal mendirikan EO latber, menyusun tabel seperti di atas dan dibagikan gratis kepada peserta. Tak perlu dicetak full color di atas artpaper yang mengkilap, cukup dicetak satu warna di atas kertas HVS berwarna (brosur sederhana).
Sebagian peserta yang kurang memahami memang sering berteriak “panitia melakukan pemotongan hadiah”. Istilah pemotongan hadiah tidak tepat, jika sejak awal EO sudah menyampaikannya kepada calon peserta.
Kalau kita lihat brosur latber di Tabloid Agrobur, yang sebagian besar juga ada di halaman Brosur Lomba Burung, EO akan mencantumkan kata-kata di atas rincian hadiah dengan tulisan, misalnya, “peserta > 45 gantangan”. Ini menunjukkan fakta bahwa hadiah utuh (juara 1 s/d 10) baru diberikan ketika peserta mencapai jumlah yang ditargetkan. Jika tidak, EO akan merugi.
Kita lihat lagi tabel di atas. Ketika jumlah peserta hanya 36-40 gantangan, jumlah pemenang berkurang lagi menjadi delapan (juara 9 dan 10 ditiadakan). Bahkan, ketika jumlah peserta sama dengan / kurang dari 25 gantangan, hadiah untuk juara 1 ditiadakan. Juara 1 tetap ada, tapi nilai hadiahnya setara dengan juara 2 pada kondisi utuh.
Begitu pun ketika jumlah peserta hanya 11-15 gantangan, nilai hadiah untuk juara 1 setara dengan juara 3 pada kondisi utuh. Bahkan, kalau pesertanya sama dengan atau kurang dari 10 gantangan, nilai hadiah untuk juara 1 setara dengan juara 4 pada kondisi utuh. Dalam keadaan yang sangat tidak diharapkan ini, jumlah pemenang pun biasanya hanya dua orang.
Sekali lagi, ini adalah seni bagi EO penyelenggara latber burung. Sepanjang Anda jujur, menjelaskannya sejak awal, para peserta biasanya dapat memahami. Yang terpenting, jadikanlah latber Anda sebagai latber yang mengesankan bagi para peserta.
Posting Komentar