Cari di Sini

Rabu, 13 Maret 2013

Modal Awal Buat Latber



Untuk menggelar latber, mau tidak mau Anda harus memiliki tempat yang diusahakan tidak berpindah-pindah, setidaknya dalam 1-2 tahun. Tempat latber bisa berdiri di atas lahan milik sendiri atau salah seorang pengurus EO, bisa juga menyewa lahan, atau bekerja sama dengan pengusaha yang tempat usahanya memiliki halaman cukup luas.
Beberapa latber kerap digelar dengan memanfaatkan halaman restoran, pelataran tempat wisata, dan sebagainya. Ini bisa menjadi win-win solutionbagi Anda selaku EO maupun pengusaha. EO bisa berhemat karena tidak mengeluarkan biaya sewa lapangan, sedangkan pengusaha bisa numpang promo dengan efek dahsyat.
Banyak resto yang kebanjiran pengunjung di luar hari latber, karena kicaumania pernah datang ke arena itu dan sebagian akhirnya sering makan di sana (tentu kalau menu masakannya maknyus). Perlu diingat, kicaumania itu memiliki tingkat keragaman profesi yang sangat tinggi, mulai dari tukang becak, pegawai, pedagang, pengusaha, hingga pejabat pemerintah, militer, dan kepolisian.
Dalam panduan ini, saya mengasumsikan Anda masih menyewa lahan untuk mendirikan tempat latber. Dalam hal ini, dibutuhkan modal awal sekitar Rp 35 juta – Rp 40 juta (tergantung kualitas atap gantangan). Atau, bisa juga ditekan menjadi Rp 20 juta hingga Rp 25 juta jika tanpa atap gantangan.
Jika komponen biaya sewa tanah / lapangan ditiadakan, maka anggaran sebesar itu tinggal dikurangi biaya sewa. Biasanya pemilik lahan hanya mau menyewakan untuk jangka waktu minimal 1 tahun.
Khusus untuk musim hujan seperti sekarang, menggelar latber tanpa atap gantangan berisiko tinggi, karena latber kerap terhenti di tengah jalan. Peserta biasanya malas datang lagi ke latberan yang tidak dilengkapi atap peneduh, setidaknya selama musim hujan. Mereka pasti akan mencari latber lain yang memiliki fasilitas atap gantangan.
Detail mengenai modal awal mendirikan latber bisa dilihat pada tabel di bawah ini,
estimasi-modal-awal-eo-latber
Dari tiga komponen biaya tetap, mungkin biaya sewa lapangan bisa ditiadakan jika arena latber berdiri di atas lahan sendiri, atau milik salah seorang anggota EO yang bersedia tanahnya digunakan secara cuma-cuma. Atau, bisa juga tidak perlu mengeluarkan biaya sewa jika latber digelar di pelataran resto, kafe, tempat wisata melalui kerja sama win-win solution.
Perlukan promo awal? Sangat perlu ! Bagaimana mungkin publik, khususnya kicaumania, bisa mengenal nama EO Anda, atau mengetahui bahwa Anda rutin menggelar latber, jika tak pernah dipublikasikan di media massa? Membangun brand image sangat diperlukan bagi semua korporasi, tidak terkecuali bagi EO latber.
Kalau saya menggunakan Tabloid Agrobur dan Tabloid BnR sebagai rujukan bagi setiap EO lomba/latber burung, itu karena kedua tabloid ini memiliki segmentasi pembaca yang sangat tepat untuk kegiatan EO Anda. Bisa saja Anda menggunakan media massa lokal, terutama radio atau koran lokal, tetapi segmen pembacanya terlalu luas (tidak semuanya penggemar burung).
Adapun brosur dibuat tidak untuk setiap latber, tetapi penjelasan umum bahwa Anda menggelar latber secara rutin setiap hari A atau B, di tempat X. Buatlah kata-kata dahsyat, juga gambar-gambar yang bisa merangsang kicaumania untuk datang. Sebarkan di tempat-tempat potensial, seperti arena latber lain, ketika berlangsung lomba burung, dititipkan ke pasar burung, dan kios pakan burung.
Dalam tabel di atas, saya hanya menulis plafon biaya pembuatan brosur, pembelian alat tulis, dan mencetak tiket sebesar Rp 500.000. Anda bisa mengubahnya sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Apakah langsung mau mencetak dalam jumlah banyak, atau secara bertahap dulu sambil jalan.
Demikian pula dengan pembuatan sertifikat, yang saya buat untuk mencetak 1.000 eksemplar. Jika tiap latber bisa menghadirkan rata-rata 200 peserta, berarti sertifikat akan habis dalam lima kali gelaran latber. Jika setiap latber mampu mengundang 500 peserta, maka hanya dalam dua kali latber sertifikat akan habis. Jadi, terserah bagaimana Anda mengaturnya.
Untuk kaos, saya tetap menganggapnya sebagai perangkat latber yang wajib disediakan EO, terutama untuk kru / panitia latber, termasuk supervisor, korlap, dan juri. Ini untuk memudahkan peserta latber saat ingin berkomunikasi dengan panitia. Mereka bisa mengenalinya dari atribut yang dipakai kru / panitia. Dalam tabel, saya mengasumsikan jumlah kaos 20 pcs, dengan harga Rp 40.000. Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, harga pun bisa lebih murah atau lebih mahal.
Tabel di atas sekadar membantu pemahaman Anda mengenai modal dasar mendirikan EO latber, plus komponen-komponen yang harus ada di dalamnya. Silakan diutak-atik sendiri bersama kawan-kawan yang siap mendirikan EO.
sumber: omkicau.com

PRODUK BURUNGGACOR.COM

ARTIKEL TERBARU

Posting Komentar