Cari di Sini

Rabu, 13 Maret 2013

Tiap Sesi Latber Butuh Sekitar Rp300 Ribu



Nah, sekarang kita menghitung berapa biaya operasional untuk setiap sesi latber. Angka ini bisa diperoleh dari hasil bagi antara biaya operasional latber (berdasarkan tabel sebelumnya) dan jumlah sesi.
Mengacu pada tabel, maka biaya operasional per sesi adalah Rp 4.625.000 : 16 = Rp 289.062,5, atau bisa dibulatkan menjadi Rp 289.000.
Apa ini artinya?
Jika selisih antara pemasukan hasil penjualan tiket dan anggaran untuk hadiah pada satu sesi latber bisa mencapai angka di atas Rp 289.000, berarti ada laba. Jika selisihnya di bawah biaya operasional per sesi, berarti merugi.
Menurut pengalaman sejumlah EO latber, terkadang satu sesi bisa menghasilkan laba besar, tetapi sesi lain justru merugi cukup besar pula. Artinya, nanti akan terjadi beberapa sesi yang menghasilkan laba dan beberapa sesi yang merugi. Tugas Anda adalah bagaimana mencapai kondisi di mana setiap sesi harus menghasilkan laba, tetapi harus siap mental jika mengalami kerugian di beberapa sesi. Inilah salah satu seni berbisnis menjadi EO latber.

Peran donatur dan/atau sponsorship

Tidak bisa dimungkiri, even latber memiliki daya tarik tersendiri bagi EO, karena berkumpulnya beragam profesi dari para penggila burung. Mencari donatur maupun sponsorship untuk lomba dan latber burung memang tidak mudah, tetapi masih lebih mudah daripada ketika Anda menggelar even-even lain.
Donatur adalah seseorang, sekelompok orang, atau badan hukum yang membantu sebagian pendanaan even tertentu, misalnya latber burung. Mereka tidak mengharapkan imbal-balik yang berlebihan, cukup dengan ucapan terima kasih saat pembukaan latber atau rilis di media.
Adapun sponsorship adalah seseorang, sekelompok orang, atau badan hukum yang membantu sebagian atau seluruh pendanaan even tertentu, dengan imbalan pemasangan atau pencantuman logo atau nama sponsorship. Misalnya berupa spanduk, poster / selebaran, pencantuman logo / nama dalam iklan yang dimuat di media massa, dan sebagainya.
Bagi penyelenggara latber burung, sponsor yang bisa diandalkan sangat bervariasi, mulai dari pakan dan obat burung, sangkar burung, bird farm, toko burung, tabloid burung, dan sebagainya. Anda pun tetap bisa menjalin relasi dengan pihak sponsor yang tidak memiliki kaitan dengan burung. Misalnya, sponsor dari restoran di dekat arena latber, toko elektronik, toko busana, dan sebagainya.
Jika Anda bisa menggaet donatur dan/atau sponsor, baik per latber maupun kontrak selama 6 bulan atau 1 tahun, biaya operasional latber bisa diturunkan. Dengan sendirinya, biaya operasional per sesi latber pun bisa menjadi lebih ringan.
Misalnya, biaya operasional latber sebesar Rp 4.625.000. Anda mendapat donatur sebesar Rp 625.000 dan sponsor senilai Rp 2.000.000 untuk menggelar satu latber. Dengan demikian, biaya operasional per sesi latber bisa ditekan dengan perhitungan sebagai berikut:
= (biaya operasional latber – donatur – sponsor) : 16
= (Rp 4.625.000 – Rp 625.000 – Rp 2.000.000) : 16
= Rp 2.000.000 : 16
= Rp 125.000
Jadi, biaya operasional per sesi latber yang semula Rp 289.000 bisa ditekan menjadi Rp 125.000. Artinya, jika selisih antara pemasukan uang hasil penjualan tiket dan anggaran untuk hadiah tercatat lebih dari Rp 125.000, berarti sesi tersebut menghasilkan laba.
sumber: omkicau.com

PRODUK BURUNGGACOR.COM

ARTIKEL TERBARU

Posting Komentar