Cari di Sini

Kamis, 11 April 2013

Memahami Sistem Penjurian Lomba Burung di Singapura dan Indonesia



System penjurian burung di Singapura dasarkan pada 5 kualitas: Irama/Lagu, Volume, Fisik/Gaya, Durasi, dan Penampilan, Volume adalah point yang paling besar (40) kemudian diikuti point yang sama yaitu Variasi Lagu dan stamina/Drasi (20), 2 point terendah adalah penampilan dan fisik (10).


Untuk PBI/Independent menerapkan 3 pakem yaitu Irama/lagu, Volume/suara, dan Fisik/gaya. dimana point terbesar adalah variasi lagu (38), dimana istilah ini sering disebut mentok juara.

Model BnR menerapkan 3 point utama yg beda dengan PBI dimana point tersebut adalah Variasi/Lagu, Volume, dan Stamina, dalam menilai dinilhat secara integral burung harus berdurasi bagus dari awal, tengah dan akhir lomba. System nominasi dilakukan oleh BnR untuk menyeleksi burung-burung yang layak juara, dimana nominasi ini diajukan oleh Pengawas 7-15 burung (tergantung jumlah gantangan), IP 6 burung, KORLAP 5 burung serta Juri maksimal hanya 3 burung untuk diajukan ke nominasi, menggunakan system pengajuan nominasi adalah sangat bagus karena bisa mengantisipasi salah satu kecurangan juri yang nakal atau juri main nyelonong juarain burung tertentu.

Lomba di Indonesia sekarang sebagian besar diselenggarakan oleh PBI, BnR dan Independent. Dulu lomba diselenggarakan oleh PBI, dan sebagian besar jadwal mengikuti lomba PBI dan kadang independent. Seiring berjalannya waktu, dengan munculnya BnR, maka frekuensi lomba sekarang ini hampir sebagian besar dlakukan oleh BnR dan independent, bahkan di Jakarta jadwal lomba sering tubrukan. Namun dengan adanya BnR serta adanya Lomba Independent banyak bermunculan tokoh-tokoh atau perburungan dengan adanya lomba ini.

Sedikit penjelasan apa itu Irama lagu, Volume, Fisik/Gaya, serta Durasi/Stamina:
IRAMA/LAGU, hal utama yang dinilai adalah variasi suara dan speed. Semakin banyak variasi suara, semakin tinggi nilainya. Semakin cepat irama/lagunya, semakin tinggi nilainya.
VOLUME/SUARA, semakin keras suaranya, semakin tinggi nilainya bila dibandingkan dengan burung yang lain.
FISIK/GAYA, juri melihat bagaimana gerak dan olah tubuh si burung.
DURASI/STAMINA adalah berapa lama burung membawakan lagunya tanpa banyak berhenti atau ngetem (diem), durasi berhubungan dengan faktor stamina burung. Semakin sedikit jumlah ngetem/diem nya maka si burung semakin bagus. Burung yang bagus, bila membawakan lagunya dengan variasi yang banyak, Volume yang keras, durasi atau daya tahan dalam membawakan serta fisiknya yang bagus. Burung akan mendapatkan nilai plus bila mempunyai durasi/stamina yang bagus.


Mari kita simak system penurian tersebut yang kami rangkum dari berbagai sumber.




System Penjurian Burung di Sangapura Vs Indonesia (PBI, BnR & Indenpendent)


PBI (Pelestari Burung Indonesia)

DI PBI ada bagian Lomba dimana lomba di PBI diatur oleh: Dewan Penertiban dan Pengendalian Lomba Burung Berkicau (DPPLBB), dibawahnya ada Inpektiur Pelaksana (IP), Korlap (Koordinator Lapangan), serta Dewan Juri. Team inilah yang mangtur jalannya lomba di Lapangan.

Ip » Inspektur Perlombaan tugas dan kewenangannya:
1. Mengawasi jalannya penyelenggaraan lomba agar tertip,dll.
2. Melakukan teguran kepada panitia/PBI Cabang penyelenggara lomba, korlap, juri jika ditemukan pelanggaran lomba.
3. Menyampaikan laporan tertulis kepada pihak yg menerbitkan surat tugas.
4. Melaksanakan ketentuan yg diatus dlm peratutan tatip lomba.

Korlap » Koordinator Lapangan tugas dan kewenangannya:
1. Membatu kelancaran dan ketertiban penilaian juri.
2. Membantu tugas IP dalam hal menilai kinerja juri.
3. Melaksanakan ketentuan yg diatur dalam tata tertib lomba


Untuk system lomba burung, PBI mempunya tiga (3) kreteria dasar penilaian yaitu:
1. Irama/lagu,
2. Volume/suara,
3. Fisik/gaya.

Prosentase terbesar penilaian adalah pada IRAMA/LAGU, disusul kemudian oleh VOLUME/SUARA dan FISIK/GAYA.
Dalam IRAMA/LAGU, hal utama yang dinilai adalah variasi suara dan speed. Semakin banyak variasi suara, semakin tinggi nilainya. Semakin cepat irama/lagunya, semakin tinggi nilainya. Untuk VOLUME/SUARA, semakin keras suaranya, semakin tinggi nilainya, dan dalam FISIK/GAYA, juri melihat bagaimana gerak dan olah tubuh si burung.

Masing-masing kolom sudah ada nilai maksimalnya sendiri yang berbeda-beda. Untuk irama/lagu, nilai maksimal dalam BABAK PENYISIHAN adalah 35; volume/suara 23 dan fisik/gaya 22. Sedangkan pada BABAK FINAL adalah IRAMA/LAGU, 38, VOLUME/SUARA 37.5 dan FISIK/GAYA 37. Pada lomba yang tidak melalui babak penyisihan, maka nilai diberikan seperti halnya pada babak final yakni IRAMA/LAGU, 38, VOLUME/SUARA 37.5 dan FISIK/GAYA 37.

Meskipun secara umum banyak hal yang dinilai dalam lomba, TETAPI BIASANYA, penilaian juri DIDASARKAN PADA IRAMA/LAGU. Oleh karena itu dalam banyak event, hanya kolom irama/lagu yang diisi secara berbeda oleh juri. Sedangkan kolom volume/suara dan fisik/gaya, biasanya diisi semua dengan nilai maksimal (kecuali burungnya tidak bunyi/gerak sama sekali; nilainya nol/kosong).

Tiga kali kontrolan
Untuk diketahui pula, ketika menilai burung, juri biasanya mutar sebanyak 3 kali. Pertama untuk mengontrol burung bunyi apa tidak (sembari menancapkan bendera-bendera kecil). Mutar kedua, untuk memberi nilai awal. Dalam memberi nilai ini, untuk babak final ataupun babak yang tidak melalui tahap penyisihan, juri akan memberi nilai umum 37 atau 37,5 untuk semua burung yang bunyi, bagaimanapun bunyinya. Sedangkan untuk burung yang sudah terlihat bagus dalam hal irama/lagunya, maka juri akan memberi nilai maksimal 38.

Penilaian itu dilanjutkan untuk mutar yang ketiga, yaitu untuk mengontrol burung-burung yang bernilai 38, yakni untuk dibandingkan, mana yang pantas diberi bendera favorit A, B atau C. Ketika diketahui ada 6 atau 10 atau berapapun burung yg punya nilai sama2 maksimal pada irama/lagu, maka juri membandingkan bagaimana halnya dengan volume/suaranya. Jika kedua variabel itu sama, maka akan dilihat varia bel ketiga, yakni fisik/gaya.

Pada umumnya pula, dua variabel terakhir tidak dipakai. Maka ketika ada burung sama-sama punya nilai maksimal 38 pada irama/lagu, maka juri akan melihat lebih jauh lagi tentang speed dan variasi agunya. Burung X misalnya, speednya bagus tetapi variasinya kalah dg Y, atau sebaliknya, maka berdiskusilah para juri. Dalam hal diskusi ini, maka suara JURI SENIOR sangat menentukan hasil akhir penilaian. Biasanya pula, juri senior atau yang diseniorkan ini diambilkan juri yang berpengalaman dan berkredibilitas tinggi.

Jumlah bendera
Untuk menentukan juara 1, 2 dan 3, maka akan dilihat jumlah bendera A terbanyak. Untuk menetukan juara 2, dilihat jumlah bendera B terbanyak, dan satu burung lainnya akan menjadi nomor 3.

Pada kebanyakan lomba, kejuaraan burung diurutkan sampai nomor 10 (10 besar). Untuk menentukan urutan 4-10, dilihat perolehan jumlah nilai masing-masing pada kolom irama/lagu (penjumlahan dari penilaian semua juri).

Nilai tertinggi mendapat gelar juara 4 dan seterusnya. Pada kasus perolehan nilai sama, misalnya ada enam burung sisanya (dari 10 besar) yang bernilai sama, maka dilakukan tos (undian). Jadi dalam hal tos ini, bisa dikatakan bahwa burung juara 5 s.d. 10 berkualitas sama.

Teknis Penjurian:
Teknik penjurian di lapangan dilaksanakan oleh enam (6) orang juri dengan penempatan posisi juri yang sudah diatur sedemikian rupa agar dapat memantau dan menilai burung secara merata.

Tahap pertama, sesuai posisi masing-masing juri, secara bersama-sama dan berurutan, juri berjalan melakukan penilaian dan nomer kecil ke nomor tengah. Dari nomor tengah ke nomor besar dan dan nomor besar langsung ke nomor kecil, begitu seterusnya. Sampai diulang 2-3 kali putaran.

Burung yang telah dinilai ditandai dengan penancapan bendera kecil di mana warna bendera setiap juri berbeda.
Tahap kedua, masuk dalam tahapan seleksi awal untuk memilih burung yang layak untuk memperoleh nilai penuh/mentok. Dengan estimasi sebanyak 12 -15 burung (25%) dengan asumsi jumlah gantangannya penuh (60 gàntangan).

Pada tahap ini juri bebas melakukan perputaran, tetapi juri harus pandai-pandai berimprovisasi agar tidak bergerombol di satu sisi yang memunculkan kesan pantauannya tidak merata.
Tahap ketiga, pada tahap ini yang paling krusial. Pasalnya pada tahap ini juri dituntut untuk berkonsentrasi penuh, seteliti dan secermat mungkin dalam menyeleksi burung-burung mana yang benar-benar layak mendapat koncer favorit A, B atau C.

Hal yang perlu dicatat bahwa dalam hal menentukan favorit A, B, atau C tidak ada keharusan berkumpul pada salah satu nomer. Bisa jadi dan tidak menutup kemungkinan benpencar sampai ke lima (5) burung. Yang penting secara teknis bisa dipertanggung jawabkan.


BnR (Boy & Roots)

Jabatan struktur lomba di BnR adalah Pengawas, IP, Korlap, dan Juri. Mereka yang akan mengendalikan dan menilai burung berkicau di Lapangan.

BnR menerapkan 3 konsep unsur utama dalam lomba burung berkicau, yaitu IRAMA LAGU, VOLUME dan DURASI KERJA, bilamana ketiga unsur IRAMA LAGU, VOLUME dan DURASI KERJA salah satu tidak dipenuhi oleh burung. Kecil sekali harapan burung tersebut akan mendapatkan bendera NOMINASI apalagi mendapatkan BENDERA FAVORITE. Burung dilihat dari unsur dari awal dia bekerja kemudian, tengah dan akhir burung bekerja.

Jadi jangan bicara saat diawal burung bekerja di tengah tidak maksimal kemudian di akhir bekerja berangapan buurng tersebut bekerja dan layak sesuai kriteria BnR. Setiap burung yang bekerja atau tidak di awal, di tengah dan akhir ada dalam catatan korlap yang bertugas.

Penentuan Nominasi
Di awal-awal, juri mengontrol 3 kali pengontrolan yang di awasi oleh Pengawas, IP dan Korlap, dan sesuai kriteria penjurian BnR yaitu IRAMA LAGU, VOLUME dan DURASI KERJA. Setelah mendapatkan burung-burung yang layak maka Pengawas, IP, Korlap dan juri mengajukan NOMINASI kepada petugas Nominasi khusus, biasanya 2 orang petugas Nominasi ini. Jumlah burung yang diajukan ke nominasi juga ada aturannya dimana Pengawas mengajukan nominasi burung yang layak juara 7-15 (tergantung jumlah gantangan) , IP mengajukan nominasi 6 burung, Korlap mengajukan 5 burung dan juri hanya maksimal 3 burung saja.

Petugas rekap nominasi akan merekap ajuan nominasi dari Pengawas, IP, Korlap, dan juri, kemudian dibuat suatu kolom. Pada kolom pertama adalah kolom calon juara 1, kolom ini adalah daftar burung yang layak juara 1 (banyak pengajuan nominasi dari Pengawas, IP, Korlap dan Juri). Kolom 2 adalah calon juara 2, mempunyai urutan terbanyak kedua setelah kolom calon juara 1, dan kolom ke 3 adalah kolom calon juara 3 merupakan kolom cadangan apabila dari ajuan ada masalah. Koncer tidak boleh lari dari ajuan calon juara di atas, apabila ada masalah dengan burung ajuan boeh salah satu lari, misalnya di anis merah, ajuan yang bakal dapat koncer tiba-tiba loncat maka salah 1 koncer beleh lari.


Penghitungan Nominasi oleh petugas rekap Nominasi BnR


Catatan Khusus Penilaian Best of The Best (BOB) di BnR Award 2013:

- Khusus Penilaian Murabatu
* Yang dinilai adalah lagu kecil dan tonjolan
* Kalau MB hanya mengandalkan tonjolan saja, tidak akan mendapatkan nominasi
* Cara Mb memainkan lagunya dan caranya mengganti lagunya ini jadi penilaian BnR
* Point di BnR untuk Muraibatu yang dicari adalah burung dahsyat

- Kacer:
* Tidak boleh menggunakan jebakan apapun di lantai kandang
* Kacer turun ke lantai dasar pada saat di gantangkan tp tdl terlalu sering tetap layak mendapatkan juara
* Penilaian tetap mengacu pada pakem Irama Lagu, Volume, dan Durasi Kerja
* Burung duduk yang tidak mempunyai irama lagu akan kalah dengan burung yang agresif tapi mempunyai Irama Lagu, Volume, dan Durasi Kerja
* Point di BnR untuk Kacer yang dicari adalah burung dahsyat, gaya di kacer sebagai nilai tambahan, jadi jangan dbalik kacer yg gaya harus menang dengan burung yang mempunyai Irama Lagu, Volume, dan Durasi Kerja
* Kacer yang ngebalon tapi bendera kecil belum full masih layak menjadi Juara.

- Anis Merah:
* Intinya Irama Lagu, Volume, dan Durasi Kerja
* Burung loncat pada saat bendera bunyi belum terisi penuh, masih berhak mendapatkan, tapi pada saat bendera sudah penuh, atau sdh dinominasi burung loncat tetap mendapatkan nominasi tapi tidak berhak mendapatkan bendera favorite.
* Peserta jangan hanya melihat burungnya sendiri saat pules tapi perlu memperhatikan saat danga atau diam juga.

- Lovebird:
* Penilaian sama dengan burung yang lain, mengenai pakem penilaian BnR (Irama Lagi, Volume, dan Durasi Kerja).
* Point untuk mendapatkan nominasi adalah tarikan panjang serta irama lagunya, bukan gacor suara crecet pendek.
* Burung Lovebiird layak juara apabila mempunyai frekuensi nembak sebelum dan saat nominasi.
Contoh:
- Gantangan 23 sebelum niminasi nembak 12 kali, setelah nominasi 1 kali, jumlah 13 kali nembak
- Gantangan 14 sebelum niminasi nembak 7 kali, setelah 2 kali, jumlah 9 kali nembak
- Maka yang berhak layak juara adalah gantangan no. 23.

Tidak Ada Tos
Di BnR tidak ada system tos, pelomba dapat langusng melihat hasil juara apabila sudah masuk nominasi tapi tidak mendapatkan bendera KONCER A, B dan C. Juara ini berdasarkan no gantangan, ada kekurangan dan kelebihannya, kelebihannya adalah praktis dsn tidak merepotkan petugas panitia. Namu ada kekurangan, model ini sering digunakan oeh kecurangan pemain/oknum panitia dengan memberikan no gantangan kecil. Biasanya yang model penukaran formulir dulu untuk mendapatkan tiket gosok akan lebih fair dan obyective.


JURI INDEPENDENT
Penjurian indepenndet mengacu pada system PBI yang mempunya tiga (3) kreteria dasar penilaian yaitu:
1. Irama/lagu,
2. Volume/suara,
3. Fisisk/gaya.

Pada lomba yang menggunakan penjurian independent, hampir sebagian besar tidak melalui babak penyisihan dan langsung final, artinya juri akan lansung mencari burung-burung terbaik untuk layak juara. nilai yang diberikan pada babak final yakni IRAMA/LAGU, 38, VOLUME/SUARA 37.5 dan FISIK/GAYA 37.


KM menggunakan system Nominasi di DUTA KM CUP 2013 di MM

Kadang penjurian independent juga menggunakan system nominasi tertutup, tergantung juri pihak panitia EO yang menggunakan, juga system tos kadang diberlakukan di system penjurian independent atau tidak menggunakan system tos tapi menggunakan no gantangan terkecil yang juara terkecil.


Penilaian Burung di Singapura
Pada penjuaraian standard lomba burung di Singapore, jumlah yang dilombakan berjumlah 90 - 120 burung untuk bersaing mendapatkan 6 piala utama dan 9 piala penghiburan 7 sampai 15 juara. Burung-burung dinilai selama periode 2 jam oleh tim dari empat Juri yang memutar tugasnya, sehingga setiap juri akan menilai 30 burung pada interval setengah jam.


Penilaian Muraibatu di Singapura


Penjurian didasarkan pada Kualitas: Variasi Lagu, Volume, Stamina, Penampilan (Display) dan Fisik yang mempunyai maksimal point penilaian seperti tabel di atas.

Khusus dalam penilaian muraibatu, kadang penilaian didasarkan Variasi lagu terbaik dan Penyanyi (Rolling) terbaik berdasarkan point yang dicapai.

MANA TERBAIK

Menurut kami semua adalah terbaik system penjurian yang kami kupas di atas, tidak ada yg jelek dari system yang ada, semua terbaik, dan yang penting adalah implementasi di Lapangan. System baik pun kalau oknum juri telah melakukan kecurangan serta KKN mengakibatkan lomba tidak Fair, Play dan obyective. Juara bisa dibeli, namun reputasi tidak bisa dibeli dengan uang.

Sumber:
- kicaumania.or.id

- omkicau.com
- tabloidbnr.com
- shama.com.sg
- wawancara dengan beberapa pihak PBI dan BnR.


PRODUK BURUNGGACOR.COM

ARTIKEL TERBARU

Posting Komentar