Cari di Sini

Selasa, 28 Mei 2013

Mengenang Kejayaan Anis Kembang


Burung Anis Kembang memang popularitasnya sedang meredup. Namun tetap ada peminat setianya. Penampilan burung yang memiliki nama latin zoothera interpres itu memang sederhana. Kelebihan si mungil yang terdapat di Lampung, Bengkulu (Pulau Enggano),Flores, Serang, dan Ciamis ini cuma suaranya yang merdu serta mampu meniru suara burung lain.


Burung ini sempat naik daun tiga tahun silam. Gara-garanya, seekor anis kembang memenangkan kontes suara burung terindah di Solo.Burung itu menyisihkan murai batu dan cucakrawa yang lebih diunggulkan banyak kicaumania. Sejak itu anis kembang, yang sebelumnya tergolong burung kelas cere, langsung melambung.
Para pedagang anis kembang biasanya memperoleh si anis dari pemburu daerah dengan harga Rp50.000 hingga Rp 150.000 seekor. Harga anis kembang liar (bahan) ini memang rendah karena belum bisa bernyanyi, sementara suara aslinya juga tak merdu.Selanjutnya, pedagang burung hanya perlu mengeluarkan biaya pemeliharaan yang sebagian besar untuk makanan.
Setiap bulannya, seekor anis kembang yang makanannya terdiri dari kroto (telur semut cangkrang) dan voer tersebut menghabiskan biaya konsumsi sekitar Rp 6.500-Rp 12.500. Yang paling penting dalam proses pemeliharaan anis kembang ini adalahmengajarinya agar bisa mengeluarkan kicauan yang merdu. Untuk itu, sangkar sianis saban pagi dan sore harus didekatkan dengan sangkar master atau burung lainyang bersuara merdu.
Lantas, anis pun bagai kaset kosong langsung merekam suarasang master dan menirukannya. Pelajaran menyanyi ini membutuhkan waktu yang cukuppanjang, "Sekitar setahun lah," kata Yok, pedagang burung di pasar burung Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Agar bisa belajar menyanyi dengan baik dan tenang, kandang si anis harusbenar-benar bersih.
"Harus dibersihkan setiap pagi dan sore," papar Muhkanan, pedagang burung. "Kalau kandangnya kotor, anisnya ngambek dan enggak mau bunyi."
Setelah si anis bisa menyanyi, harga jualnya pun terkerek naik. Rata-rata harganya saat sedang booming bisa mencapai Rp7 juta hingga Rp10 juta untuk jantan. Yang betina cuma dihargai Rp2,5 juta. Harga anis kembang betina memang jauh lebih murah karena suaranya tak semerdu yang jantan.
Kunci sukses berbisnis anis kembang terletak pada pemilihan burung dasar. Yok dan Muhkanan menyatakan, burung dasar yang baik yang usianya di bawah dua tahun. Sebab, masa keemasan suara si anis, yang berumur sekitar lima tahun itu, pada usia 1-3 tahun.
Kalau burungnya kelewat tua, belajar menyanyinya sudah susah dan harganya pun bisa jatuh menjadi Rp 400.000 per ekornya. Burung anis sudah bisa diternakkan. Kecuali membeli dari pemburu daerah, ada pula orang yang mengembangbiakkansendiri. "Hanya, cara ini sangat jarang dilakukan. Bukan apa-apa, beternak anis kembang itu susahnya bukan main," kata Gunawan Andi, peternak anis kembang dari Cirebon.
Modal untuk beternak juga lebih besar. Maklum, untuk menciptakan anis bersuara merdu, haruslah menggunakan induk yang sudah jadi alias sudah bisa bernyanyi."Kalau induknya enggak bisa nyanyi, entar menurun ke anaknya," kata Gunawan. Seekor induk juga tidak boleh minder. "Jadi, kalau dijejer dengan burung lainnya dia masih mau berkicau."
Untuk mendapatkan induk yang unggul macam itu, ia menghabiskan Rp7 juta untuk membeli pejantan dan Rp 2 juta untuk yang betina. Selain itu, menurut Gunawan, dalam memilih induk tersebut harus ekstrahati-hati dalam membedakan jenis kelamin jantan dan betina.
"Sering kejadian, maunya sih beli jantan eh, enggak taunya malah bertelur." Untuk itulah Gunawan kemudian memilih induk yang sudah dipeliharanya sejak kecil. Kandang untuk anis yang diternakkan juga cukup besar (2m x 1m x 3m ) yang menelan biaya sekitar Rp 500.000. Kandang harus ditempatkan di lingkungan yang sejuk dan asri.
Mempertemukan anis jantan dan betina dalam satu kandang tidak boleh dilakukan secara langsung. "Bisa-bisa mereka bukannya kawin melainkan saling bunuh," kata Gunawan. Ya, laiknya manusia, anis juga punya masa perkenalan, yaitu dengan cara mendekatkan kedua kandangnya.
Jika sukses, perkenalan ini membutuhkanwaktu sekitar satu minggu hingga tiga bulan. Tapi, kalau sepasang anis malah saling cakar itu pertanda mereka tak jodoh. Setelah kawin, seminggu kemudian si betina menghasilkan 1-3 butir telur.
Telur tersebut akan menetas dua minggu kemudian. Setelah berumur satu bulan, anak anis yang sudah mulai bisa bersuara itu siap dijual dengan harga minimal Rp 1, 5 juta per ekor. "Yang beli dengan harga segitu sampai ngantri," kata Gunawan yang bisnis utamanya beternak perkutut.
Jika saat ini popularitas Anis Kembang sudah meredup, Anda tetap berpeluang menangkarkannya karena masih banyak para penggemar setianya. Apalagi jika tren ke depan kembali berubah. Jika Anis Kembang kembali moncer, tentu para penangkar saat ini yang akan mereguk manisnya. Selamat beternak Anis Kembang.

PRODUK BURUNGGACOR.COM

ARTIKEL TERBARU
Posting Komentar