Cari di Sini

Kamis, 06 Februari 2014

Kenari Bisa Jadi Awalan Bisnis Ternak Burung



Dalam artikel berjudul Cara Merintis Bisnis Hobi Burung, saya menjelaskan tentang bagaimana merintis bisnis melalui hobi memelihara burung. Di sana saya sebutkan yang pertama adalah mulai dari hobi, kedua mulai dari skala kecil, Nah, ini tips-tips selanjutnya.
 

Yang ketiga, jika ingin beternak, mulai dari jenis burung yang mudah perawatannya namun dicari banyak orang. Burung apakah itu? Tentu setiap orang akan memiliki pendapat masing-masing. Namun berdasarkan survei yang saya lakukan melalui toko bagus, ada beberapa jenis burung yang paling banyak dimiliki orang. Mau tau burung apa? Itu adalah burung kenari. 

Untuk menjalankan kiat ketiga, anda bisa mulai mencoba memelihara burung kenari sebagai tahap awal merintis bisnis hobi burung. Tentu jika Anda tidak terlalu suka memelihara kenari, Anda bisa memilih jenis burung lain. Atau cobalah menyukai kenari karena memang pasar untuk penjualan kenari masih sangat besar untuk Anda turut masuk ke dalamnya.

Mengapa memulai dari kenari? Ada banyak alasan. Ini saya jelaskan di bawah:

  1. Modal awal yang tidak terlalu besar. Dengan modal awal mulai Rp700.000, Anda bisa mendapat indukan kenari lokal siap ternak. Uang sebesar itu tentu sangat kecil dibandingkan uang rokok Anda selama dua bulan yang bisa mencapai Rp900.000. Jika Anda membelikan indukan kenari, tentu lebih bermanfaat daripada dibelikan rokok yang habis terbakar. Hehe.  
  2. Pakan kenari cukup mudah didapatkan, tidak seperti burung pemakan serangga yang harus makan serangga dalam kondisi hidup dan sehat.   
  3. Kondisi kandang yang lebih bersih dibandingkan jenis burung lain. Hal ini karena kotoran kenari relatif sedikit dan tidak menebarkan bau yang terlalu tajam, seperti burung pemakan serangga lainnya.
  4. Penempatan kandang tidak merepotkan. Kandang kenari bisa ditaruh di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Bahkan jika tidak mau repot mengeluarkan untuk menjemurnya, ruangan kandang bisa diberi lampu ultraviolet sebagai pengganti sinar matahari.
  5. Mudah bertelor. Karena sudah dijinakkan manusia sejak ribuan tahun silam, kenari relatif sudah akrab dengan manusia sehingga mudah beradaptasi dan berkembang biak. Karena mudah bertelor, maka waktu perputaran modal lebih cepat.  
  6. Harga yang stabil. Harga kenari cukup stabil dibandingkan burung lovebird yang masih naik turun akibat persediaan stok yang kadang berlebihan di pasar atau faktor lain. Harga kenari anakan mencapai sekitar Rp225.000 ke atas, untuk kenari lokal, pada 2014 ini. Harga tersebut diperkirakan akan terus terdongkrak naik seiring waktu. Harga yang stabil tentu akan membuat peternak lebih terjamin pendapatannya.

Nah, dari enam alasan itulah mengapa saya menyarankan agar Anda memulai belajar ternak dengan beternak kenari. Temukan kiat-kiat bisnis burung selanjutnya di website BurungGacor.com ini. 

Kunjungi BurungGacor.com setiap hari untuk mendapatkan ide-ide segar untuk informasi, pengetahuan, kemajuan bisnis burung, dan kesejahteraan keluarga Anda.
Posting Komentar